Minggu, 08 Januari 2012

Tips Mengatasi Rasa Malas


Pernahkah Anda dihinggapi rasa malas? Ya, perasaan enggan untuk melakukan perkerjaan yang seharusnya dikerjakan. Tentu pernah bukan? Nah, pada tulisan ini kami akan menyajikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas yang hinggap pada diri kita. Namun sebelum kami sampaikan tips untuk mengatasinya, perkenankan kami untuk menyampaikan beberapa hal yang –biasanya– menjadi pemicu atau penyebab munculnya rasa malas. Apa sajakah itu? Mari kita simak bersama.
1. Kurang olah raga
Mengapa kurang olah raga dapat menimbulkan rasa malas? Hmm.. Tepat sekali! Pasalnya jarang berolah raga menyebabkan tubuh menjadi tidak bergairah dan otot pun kendor karena kurang bergerak. Selain itu peredaran darah tidak selancar orang yang rajin berolah raga. Kondisi seperti ini menyebabkan mood untuk beraktivitas menurun.
2. Kurang motivasi
Pernahkah Anda melihat orang yang sangat bersemangat dan begitu rajin dalam bekerja? Kalau kita tanyakan kepada mereka, mengapa semangat dan rajin dalam bekerja pastilah akan kita dapati jawaban berupa motivasi kuat yang mendasarinya. Berbekal motivasi itulah otak mampu memerintahkan tubuh untuk rajin beraktivitas. Sedangkan orang yang motivasinya kurang kuat dalam beraktivitas atau tidak memiliki cita-cita yang jelas cenderung mudah dihinggapi rasa malas ketika menemui sedikit saja rintangan yang menghadang.
3. Kurang nutrisi
Tubuh yang kurang asupan gizi atau nutrisi menjadi ringkih dan mudah lelah. Misalnya, ketika sedikit melakukan pekerjaan saja tubuh sudah kelelahan, alhasil pekerjaan menumpuk di depan mata. Malas pun bisa muncul ketika melihat begitu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sementara tubuh kita terasa tidak mampu untuk segera menuntaskan pekerjaan-pekerjaan itu.
4. Suka menunda-nunda pekerjaan
Ketika ada waktu luang untuk menuntaskan berbagai pekerjaan yang mengantri namun justru kita gunakan untuk bersantai-santai maka waktu yang tersedia pun kian menipis. Ketika deadline (batas waktu selesainya pekerjaan) telah tiba akan kita dapati bahwa ternyata kita belum berbuat apa-apa. Akhirnya kita menjadi kelimpungan sendiri. Dampaknya mungkin dua hal, bisa jadi kita segera menuntaskannya dengan sisa-sisa waktu yang ada, namun bisa jadi kita justru menjadi sangat malas untuk merampungkannya, atau dengan kata lain sangat molor.
5. Berada di lingkungan orang-orang yang malas
Ketika kita dikelilingi oleh orang-orang yang malas, secara sadar atau tidak, kita akan tertular dan terjangkiti rasa malas, cepat atau perlahan. Kondisi ini dikhawatirkan memicu munculnya pikiran ‘orang lain saja tidak melakukannya, mengapa saya harus melakukannya?’.
6. Sering begadang tanpa tujuan yang jelas
Begadang atau terjaga hingga larut malam (dini hari) tanpa tujuan yang jelas seperti nonton TV, mengobrol kesana kemari, facebook-an, chatting, main kartu, dan sebagainya membuat kita susah untuk bangun pagi. Ketika kita tidak bisa bangun pagi (kesiangan) maka rasa malas pun berpotensi besar untuk menghinggapi pikiran kita.
7. Suka meremehkan pekerjaan
Menggampangkan suatu pekerjaan atau meremehkan orang lain akan membuat kita terlena. Setelah terlena kita menjadi tidak serius dalam mengerjakan suatu hal, akibatnya malas-malasan akan menimpa diri kita.
Nah, setelah mengetahui beberapa penyebab timbulnya rasa malas, mari kita simak bersama beberapa tips untuk mengatasi rasa malas.
1. Rutin olah raga
Dengan rutin berolah raga, maka tubuh menjadi enerjik, otot menjadi kencang, peredaran darah menjadi lancar, dan kita pun akan senantiasa bersemangat dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Malas pun enggan hinggap pada diri kita.
2. Memperjelas visi dan misi hidup, cita-cita, obsesi, target
Dengan memiliki visi-misi hidup yang jelas, cita-cita, obsesi yang kuat, serta target yang jelas akan membuat kita lebih teratur dalam menjalani hidup, menggunakan detik demi detik usia hidup kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Kita tak akan rela membuang-buang waktu hanya untuk menuruti rasa malas. Kita bisa menjadikan obsesi kita sebagai senjata untuk memerangi rasa malas.
3. Memperbaiki nutrisi makanan
Makanan dengan nutrisi atau gizi yang memadai akan membuat tubuh kita sehat. Otak kita lancar dan cepat dalam berpikir serta tidak mudah lelah dalam beraktivitas. Dengan stamina yang prima, berbagai pekerjaan kecil hingga berat yang di hadapan kita dapat kita selesaikan dengan cepat dan mudah. Malas? No way!
4. Hindari menunda-nunda pekerjaan
Jangan sampai ada istilah ‘menunda-nuda pekerjaan’ dalam kamus kehidupan kita. Karena menunda-nunda pekerjaan hanya akan menjadi bumerang bagi diri kita. Menunda bukalah bagian dari solusi tapi sebuah jebakan yang akan memerosokkan kita pada kubangan kegagalan. Menunda pekerjaan akan membuat pekerjaan kian menumpuk. Ketika pekerjaan menumpuk kita menjadi tidak fokus dalam menyelesaikannya karena banyaknya hal yang harus kita selesaikan dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain itu jadwal yang sudah kita susun dengan begitu rapi bisa hancur berantakan gara-gara menunda-nunda pekerjaan. Lagipula jika kita mampu menyelesaikan pekerjaan di awal waktu, orang lain akan puas dengan kinerja kita.
5. Bergaul dengan orang-orang yang rajin
Jauhilah teman atau lingkungan orang-orang malas dan berkumpullah bersama orang-orang yang rajin. Dengan demikian kita akan mendapatkan aura positif ‘rajin’ dari teman-teman kita. Kita akan malu bila bermalasan-malasan di depan teman-teman kita yang rajin.
6. Menghindari begadang
Begadang boleh-boleh saja asalkan tujuannya jelas, untuk kepentingan yang mendesak dan harus segera dituntaskan malam itu juga (tidak bisa ditunda). Namun bila sekiranya tidak ada agenda yang mendesak sebaiknya kita tidur lebih awal agar bisa bangun pagi. Dengan bangun pagi kita akan lebih bersemangat dan lebih siap untuk menjalani berbagai aktivitas.
Nah, demikian beberapa tips untuk mengatasi rasa malas yang bisa kami sajikan. Tentu sobat Senyum sekalian juga mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi rasa malas sesuai dengan kondisi yang dialami. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba mengatasi rasa. ^_^
(Zen Muhammad A.)

Sumber : www.senyumkita.com

Jumat, 06 Januari 2012

Belajar Hemat


Hidup hemat akan tampak mengerikan, terutama bagi mereka yang terbiasa hidup untuk hari ini saja. Ketika seorang teman bertanya mengapa Anda pulang-pergi ke kantor setiap hari dengan menumpang taksi, Anda menjawab, "Setelah kesibukan yang benar-benar membuat stres, tak ada salahnya kan saya memanjakan diri?"

Hal itu memang tidak salah. Tetapi perlukah dilakukan setiap hari? Memilih sarana transportasi hanya menjadi salah satu contoh dari keputusan seseorang saat mengelola keuangannya. Bagaimana Anda menggunakan uang untuk makan, bersenang-senang, atau mengisi waktu, akan mempengaruhi kondisi keuangan Anda secara total. Jangan terkejut bila di akhir bulan Anda merasa selalu kehabisan uang.




Untuk itu, cobalah berkaca dari orang yang selalu hemat. Apa sih yang mereka pikirkan dengan memilih gaya hidup seperti ini? Selain karena bisa menabung lebih banyak, inilah yang mereka rasakan.

1. Kalau tidak hemat justru cemas
Orang yang hemat bukan berarti tidak mampu membeli sepatu yang mahal, atau makan di restoran fine dining. Tetapi mereka selalu berpikir, buat apa makan di restoran mahal kalau bisa makan di restoran kecil yang tak kalah enak? Kalau bisa naik kendaraan umum, mengapa harus naik taksi? Kalau mereka bisa berolahragasendiri, untuk apa menyewa personal trainer? Orang lain mungkin tak mau repot hidup seperti ini, tetapi bagi orang yang hemat, sangat mengganggu bila harus mengikuti gaya hidup orang lain.

2. Sudah biasa hemat
Ada orang yang sudah dibiasakan hidup hemat. Tetapi bila Anda baru mau berusahahidup hemat, itu juga baik. Orang yang hemat cenderung akan memilih sesuatu yang lebih murah. Kalaupun ia membeli sebuah barang mahal, benda tersebut benar-benar menjadi investasi baginya. Misalnya, membeli tas yang berkualitas dan akan memakai tas itu saja 10 tahun ke depan. Kalau Anda terbiasa ngopi di gerai kopi premium, mereka akan berpikir, "Segelas kopi dengan harga Rp 40.000 itu tidak masuk akal!"

3. Punya cara sendiri untuk bersenang-senang
Mereka tidak menghindari mal atau tempat-tempat hiburan, hanya tidak mengunjungi setiap akhir pekan. Mereka juga senang dengan kegiatan tawar-menawar harga di toko atau pasar tradisional. Di akhir pekan, mereka cukup bahagia dengan bermain dengan anak-anak di tempat tidur. Ingin nonton, mereka pilih nongkrong di depan TV saja sambil ngemil. Mal tidak selalu menarik bagi mereka. Berenang, bersepeda di taman kota di kompleks, melihat-lihat pameran flora dan fauna, atau berwisata kuliner di warung-warung juga asyik buat mereka.

4. Tak suka repot
Bagi mereka, semakin sering membeli pernak-pernak -termasuk majalah, CD, DVD- sebenarnya hanya membuat rumah makin berantakan. Banyak pengeluaran tidakpenting bukan saja menghambur-hamburkan uang, tapi juga merepotkan karena harus selalu membersihkan dan membereskan rumah dari pernak-pernik tersebut. Membeli sesuatu tentunya bukan sesuatu yang haram dilakukan, tetapi mereka cukup puas dengan apa yang mereka miliki.

5. Senang aja kalau bisa hemat
Dengan berhemat, mereka tetap bisa menikmati hidup sekaligus melihat saldo rekening tabungan semakin bertambah. Dan, itu menyenangkan. Mereka bangga dengan diri mereka karena tidak membuang-buang uang dan barang yang sudah dibeli tetapi tidak berguna. Jika orang lain gemar shopping, mereka juga puas karena barang-barang di rumah masih awet sehingga tidak perlu membeli yang baru.


Senin, 02 Januari 2012

Kehidupan Anak Kosan

Banyak yang mikir ngekost itu asik  dan kita bebas ngelakuin apa aja yang kita suka , banyak aktifitas-aktifitas yang dilakuin anak kosan , misalnya nih :
·        T idur ngga pernah di bawah jam 12 , apa lagi kalo ada temen nginep pasti tidurnya pagi , ngga tau ngobrol apaan aja tuh ampe pagi >.<
·         Bangun pagi cuman kuliah doang , tapi kalo ngga ada kuliah sih tidurnya ampe sore .
·         Istilahnya jarang mandy , mandy Cuma 1 kali doang sehari , tapi kadang juga ngga mandy ampe berhari-hari  #parah  -,-
·         Kamar jarang banget di bersihin , di bersihin kalo ada temen mw datang doang , kalo ngga ada yang datang ya udah berantakan aja ngga bersih-bersih T_T huhh
·         Pakean kotor suka banget di tumpuk-tumpukin .
·         Suka banget telat bayar uang kostan , alasanya belum di kirimin duit lah apa lah , padahal duitnya udah di pake . hehe :p
·         Kalo lagi ada duit , sering banget beli barang-barang yang ngga jelas dan ngga bermanfaat #gw banget tuh . ckckck T_T
Tapi jangan salah , ada juga hal-hal yang ngeribetin dari ngekost , semua tuh harus di urus sendiri mulai dari ngerapin kamar , ngepel , nyapu . nyuci (kalo lagi ngga ada duit buat loundry) ampe cari makanan di luar .
Terkadang juga sering bingung mau makan apa ntar siang atau ntar malam soalnya udah nyobain makanan-makanan di luar dari makanan di mall-mall (kalo lagi banyak duit), warteg (warung tegal) ampe jajanan pinggir jalan , tapi lama-lama juga bosan sih dan suka kangen ama masakan nyokap ampe kangen ma rumah  .
Yang lebih parah lagi tuh kalo udah akhir bulan , ya ampun kadang suka nebeng makan di temen kalo ngga cuma pesen mie doang di ibu kost , tapi kadang juga ampe puasa saking ngga ada duitnya . ckckck
Itu merupakan pengalaman gw selama ngekos , banyak seneng ma susahnya , tapi ngekost juga bisa ngajar kita buat mandiri juga sih hehehe :p itu sih sekilas dari gw tentang anak kostan . hehe ^_^ thx

Minggu, 18 Desember 2011

Bencana Banjir di Indonesia

Di Indonesia kerap sekali terjadi bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir yang sering terjadi. Lihat saja banjir bandang yang banyak terjadi karena sungai tiba-tiba meluap atau contohlah di jakarta yang kebanyakan banjir terjadi karena ulah manusia sendiri.

Penyebab banjir sendiri bisa terjadi karena berbagai hal baik alam maupun manusia.Dan berikut adalah hal-hal yang menyebabkan banjir di seluruh dunia termasuk Indonesia :
  • Peristiwa alam seperti Curah hujan dalam jangka waktu yang lama.
  • Terjadinya erosi tanah hingga hanya menyisakan batuan, dan tidak ada resapan air. bahkan bukan hanya banjir tapi juga tanah longsor
  • Buruknya penanganan sampah, hingga kemudian sumber saluran air tersumbat.
  • Bendungan dan saluran air rusak. Seperti yang terjadi pada bencana di situ gintung
  • Penebangan hutan secara liar dan tidak terkendali.
  • Di daerah bebatuan daya serap air sangat kurang. Sehingga memudahkan terjadi bencana banjir
  • Kiriman atau bencana banjir bandang.
  • Keadaan tanah tertutup semen, paving atau aspal, hingga tidak menyerap air.
  • Pembangunan tempat permukiman dimana tanah kosong diubah menjadi jalan gedung, tempat parkir, hingga daya serap air hujan tidak ada. Contohlah kota-kota besar semacam jakarta yang sering terjadi bencana banjir.
Bencana banjir sebenarnya dapat kita hindari, yaitu dengan menghindari hal-hal diatas. Sehingga tidak akan terjadi peristiwa seperti situ gintung ataupun bajir bandang yang sering terjadi di indonesia. seperti sebuah kata bijak “Manusia adalah bagian dari alam, jika kita menyakiti alam maka kita juga akan menyakiti manusia”.

Sumber: http://blogbintang.com/

Korupsi adalah Pelanggaran HAM

Korupsi adalah Pelanggaran HAM
Indonesia, merupakan negara ke tiga terkorup di dunia. Mengejutkan memang, sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Indonesia menjadi sorotan dunia tentang hal ini. Pemerintah sendiri dalam mengatasi masalah terpelik di negara ini masih belum menunjukkan hasil yang maksimal. Justru selama ini yang mengungkap kasus-kasus korupsi adalah LSM-LSM, malahan beberapa waktu yang lalu, salah satu anggota LSM terkemuka di Indonesia yang mengawasi khusus masalah korupsi, ICW (Indonesian Corruption Watch) mendapat pengakuan internasional atas jasanya mengungkap kasus korupsi yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Sebenarnya masih banyak lagi kasus korupsi di negara ini yang belum terungkap, dari korupsi puluhan juta sampai trilyunan rupiah.
Pemerintah telah merumuskan UU Anti Korupsi yang terdiri dari empat unsur penting, yaitu unsur penyalahgunaan wewenang, unsur memperkaya diri sendiri atau korporasi, unsur merugikan keuangan negara dan unsur pelanggaran hukum. Kalau terjadi tindak korupsi, pelakunya langsung bisa dijerat dengan tuduhan atas empat unsur tersebut. Adapun pengertian lain tentang korupsi dirumuskan oleh Robert Klitgaard. Klitgaard merumuskan bahwa korupsi terjadi karena kekuasaan dan kewenangan tidak diimbangi dengan akuntabilitas (pertanggung jawaban), sehingga dapat dirumuskan:
C = M + D - A
Corruption = Monopoli + Diskresi - Akuntabilitas.
Sekarang masalahnya apakah korupsi yang terjadi sekarang ini termasuk pelanggaran HAM? Apalagi sekarang ini orang-orang sedang sibuk membicarakan masalah HAM, ada suatu perkara sedikit, langsung lapor ke Komnas HAM. Sebegitu mudahnya mereka membicarakan HAM, sedangkan hakikat HAM sendiri mereka tidak mengerti.
Dalam masalah perkorupsian ini, dari dokumen-dokumen HAM yang ada, yaitu Universal Declaration of Human Right, The International Covenant on Civil and Political Right (ICCPR) dan The International Covenant on Economic, Social dan Cultural Right (ICESCR), menyebutkan bahwa korupsi sesungguhnya merupakan suatu bentuk dari pelanggaran HAM. Tetapi Islam sendiri sejak kehidupan Imam Syatibi sendiri (500 tahun sebelum deklarasi HAM di Jenewa) telah menggaris bawahi dalam kitabnya al-Muwafaqot I, hal 15, bahwa maqosid tasyri' dalam Islam minimal telah memperjuangkan hak-hak yang selama ini digembor-gemborkan orang. Hak itu antara lain:
  • hifdz din (beragama),
  • hifdz nasab (keluhuran),
  • hifdz jasad (kesehatan dan keamanan),
  • hifdz mal (harta benda), dan
  • hifdz aql (pendidikan).
Hak untuk berafiliasi (penggabungan)
Termasuk dalam kategori ini adalah :
  • hak untuk menentukan nasib sendiri (ICCPR Pasal 1, ICESCR Pasal 1)
  • hak untuk berorganisasi (ICCPR Pasal 22, ICESCR Pasal 8)
  • hak kebebasan praktek dan kepercayaan budaya (ICCPR Pasal 27, ICESCR Pasal 15)
  • hak kebebasan beragama (ICCPR Pasal 18)
Pelanggaran atas hak-hak tersebut bilamana korupsi terjadi pada kebijakan yang diambil pemerintah yang menyebabkan kerusakan lingkungan, menguntungkan perusahaan besar dan meminggirkan masyarakat adat yang telah menghuni kawasan tersebut turun temurun.
Hak atas hidup, kesehatan tubuh dan integritas
Termasuk dalam kategori ini adalah :
  • hak bebas dari penyiksaan (ICCPR Pasal 7)
  • hak atas kehidupan (ICCPR Pasal 6)
  • hak atas kesehatan (ICESCR Pasal 12)
  • hak atas standar hidup yang memadai (ICESCR Pasal 11)
Salah satu contoh dari pelanggaran ini adalah impor limbah berbahaya dari Singapura. Bagaimana mungkin limbah berbahaya yang mengancam kelestarian lingkungan hidup (termasuk di dalamnya manusia), bisa masuk ke Indonesia? Penyebabnya tiada lain adalah korupsi yang melibatkan banyak pihak.
Contoh lain yang dapat dikemukakan adalah penyiksaan yang dilakukan oleh aparat TNI menggunakan fasilitas Freeport di Papua. Dengan tuduhan terlibat Organisasi Papua Merdeka, aparat TNI yang mendapat dana "keamanan" dari PT Freeport melakukan penyiksaan terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang menentang kehadiran Freeport.
Hak untuk berpartisipasi dalam politik
Termasuk dalam kategori ini adalah :
  • hak kebebasan berekspresi (ICCPR Pasal 19)
  • hak untuk memilih dalam pemilihan umum (ICCPR, Pasal 15)
Kebebasan berekspresi termasuk hak untuk mendapatkan informasi dalam berbagai bentuk. Pelanggaran atas hak kebebasan berekspresi dapat dilihat pada gugatan pencemaran nama baik yang dilakukan terhadap media dan aktivis anti korupsi. Demikian juga berbagai praktek money politics dalam pemilihan umum dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap hak untuk memilih. Dengan adanya money politics, pilihan yang diberikan oleh para pemilih bukan atas kehendak pribadi tetapi karena motivasi uang sehingga pemilihan umum tidak memiliki integritas lagi.
Hak atas penegakan hukum dan non-diskriminasi
Hak ini termasuk hak atas pengadilan yang adil dan penghargaan individu setara di depan hukum (ICCPR, Pasal 9-15). Kategori pelanggaran atas hak ini dapat kita saksikan pada korupsi di peradilan. Karena korupsi, hakim tidak memutuskan berdasarkan keadilan tetapi justru pada besarnya uang yang diberikan. Akibatnya, banyak koruptor besar yang dibebaskan atau mendapat hukumgan ringan, sementara maling ayam di kampung mendapatkan hukuman yang berat.
Hak atas pembangunan sosial dan ekonomi
Termasuk dalam kategori ini adalah:
  • hak mendapatkan kondisi kerja yang layak (ICESCR, Pasal 6-9)
  • hak atas pendidikan (ICESCR, Pasal 13-14)
Kedua hak ini dapat dilanggar melalui alokasi anggaran yang tidak adil. Seperti dapat kita saksikan pada APBN, sebagian besar alokasinya untuk pembayaran utang dalam negeri dan luar negeri. Anggaran pendidikan hanya mendapat kurang dari 10%. Apalagi anggaran kesehatan yang jauh dibawahnya. Jelas dalam kategori ini, negara telah melakukan pelanggaran HAM.
Dari uraian di atas, para koruptor dapat digolongkan ke dalam beberapa golongan pelanggaran HAM, tergantung di segmen mana dia melakukan korupsi, sehingga mereka dapat dijerat atas dua tuduhan, yakni pencurian dan pelanggaran HAM.

sumber: ardi-rockn.blogspot.com

Kejahatan Aborsi

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.
Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)
Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bag ian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bag ian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.
Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bag ian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.
Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bag ian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik.
Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.
Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.
Semua proses ini sering kali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.
Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.
Sumber: http://kilasanku.wordpress.com

Go Green: Mulai Penghijauan dari Hal yang Kecil

Efek global warming semakin hari semakin terasa. Penghijauan merupakan cara terbaik untuk mengurangi hal tersebut.
Semakin hari, banyak yang membicarakan tentang efek global warming seperti diantaranya suhu udara yang meningkat, perubahan cuaca ekstrim dan ketidakteraturan musim. Sepertinya, Kesadaran manusia akan pentingnya penghijauan sendiri sangat minim. Saya sendiri mengakui bahwa manusia justru semakin sibuk untuk menambah gobal warming itu sendiri seperti, memperparah polusi udara, penggunaan CFC pada lemari Es dan AC, dan lain sebagainya. Sementara yang memikirkan akan penghijauan itu sendiri sangat sedikit.
Saya beruntung karena kuliah di universitas konservasi yang menggalahkan go green itu sendiri. Kampus saya pun dipenuhi oleh tanaman-tanaman baik yang sebagai tanaman hutan atau tanaman buah. Saya sendiri sewaktu KKN ditugasi oleh kampus untuk menanam sekian banyak tanaman di tempat KKN tersebut. Walaupun tidak seberapa, tap saya sadar apabila semakin banyak manusia yang sadar akan penghijauan dan mencoba untuk menanam 1 tanaman saja pasti akan lebih baik.
Yang menjadi kendala saat ini mungkin semakin kurangnya lahan untuk penghijauan itu sendiri, bagaimana kalau kita memulai dari lingkungan terdekat? Seperti misalnya halaman rumah yang bisa ditanami dengan pohon mangga, rambutan, nangka karena selain rumah kita menjadi sejuk buah-buah yang dihasilkan juga bisa kita manfaatkan.
Atau apabila memang tidak ada lagi lahan dirumah kita, kita bisa mulai menaman di pinggir-pinggir jalan, di pinggir lapangan atau tempat umum disekitar kita. Ajak orang rumah atau tetangga kita.
Karena sekarang ini, saya semakin prihatin melihat banyaknya areal persawahan yang berubah menjadi perumahan dan pertokoan. Di kampung saya yang terbilang kota sepi saja sudah tidak sejuk lagi seperti dulu, Untung di rumah saya ada tanaman mangga, belimbing, rambutan, dan beberapa tanaman obat. Serta berbagai tanaman hias yang juga menambah keindahan. Mari kita mulai penghijauan dari rumah kita.

sumber: intuisi.info/go-green/go-green-mulai-penghijauan-dari-hal-yang-kecil