Minggu, 17 November 2013

RAGAM BUDAYA

Kebudayaan bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dandipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaanIndia dan kebudayaan Arab.

Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai – nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya

RAGAM LISAN

·       Ragam lisan memerlukan orang kedua sebagai lawan berbicara sedangkan tulis tidak.
·      Fungsi gramatikal (subjek, predikat, objek) tidak selalu dinyatakan dalam ragam lisan karena memang dalam raga ini penggunaan bahasa sudah dibantu dengan situasi/ konteks, mimic pembicara, gerakkan, pandangan dan lain sebagainya, sedangkan dalam ragam tulis hal tersebut tidak ada atau diperlukan fungsi gramatikal yang lebih lengkap agar lawan bicara (pembaca tulisan) dapat memahami informasi yang disampaikan dengan jelas dan benar.
·    Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu, sedangkan ragam tulis tidak terikat.
·       Ragam lisan dipengaruhi oleh panjang pendek dan tinggi rendah suara sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf capital, huruf miring dll.

RAGAM TULIS

Ragam tulis merupakan ragam yang pemakaiannya melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur agar dapat dipahami dengan mudah dan benar. Ragam tulis memiliki kaidah yang baku dan teratur seperti tata cara penulisan (ejaan), tata bahasa, kosa kata, kalimat dll. Dapat dikatakan ragam bahasa tulis menuntut adanya adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca.

CIRI-CIRI RAGAM TULIS :

ü  Santun
Memenuhi kaidah-kaidah yang ada dan pilihan kata atau istilah yang tepat dan cermat.

ü  Efektif
Hemat dan singkat, tetapi kena dalam hal maksud yang diungkapkannya.

ü  Bahasa disampaikan sebagai upaya komunikasi satu pihak
Karena tak dapat bertemu langsun, maka kita diharapkan dapat mengkomunikasikan segala apa yang ada dengan harapkan orang yang menerima surat tidak salah persepsi atau salah paham.

ü  Ejaan digunakan sesuai dengan pedoman
Dalam penyampaian bahasa tulis, memang ada pedoman yang harus digunakan atau dipatuhi agar tidak menimbulkkan kesalahan dalam pemakaian atau penulisan kata.

ü  Penggunaan kosa kata pada dasarnya sudah dibakukan
Dalam hal ini, penggunaan kata atau pilihan kata harus tepat. Walaupun maksud kita sama, namun apabila kita salah dalam memilih kata maka akan menimbulkan kerancuan.

RAGAM SOSIAL DAN RAGAM FUNGSIONAL

Ragam Sosial yaitu ragam bahasa yang sebagai norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil masyarakatnya.
Ragam fungsional kadang-kadang disebut ragam profesional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi lembaga
lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya.
a)    ragam keilmuan/teknologi
b)    ragam kedokteran
c)    ragam keagamaan

RAGAM BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR

Pengertian benar pada suatu kata atau kaiimat adalah pandangan yang diarahkan dari segi kaidah bahasa. Sebuah kalimat atau sebuah pembentukan kata dianggap benar apabila bentuk itu rnematuhi kaidah yang berlaku.
a.    kuda makan rumput (SPOK)
b.    rumput makan kuda
Sebuah bentuk kata dikatakan benar kalau memperlihatkan proses pembentukan yang benar menurut kaidah yang berlaku,
Kata aktifitas tidak benar penulisannya karena pemunculan kata itu tidak mengikuti kaidah penyerapan. Misalnya: persurat kabaran, pertanggung jawaban.
contoh :

Apa yang menonjol antara ragam lisan dan ragam tulis suatu bahasa?
Bagaimana pendapat anda tentang bahasa baku dan tidak baku?
Perhatikan kalimat dibawah ini cendekia atau tidak cendekiakah!
a. Sebelum bertindak pemimpin bank yang terkenal mencoba melakukan pendekatan kekeluargaan.
b.   la menerima uang dari kami sebanyak Rp 25.000,00

dalam memilih kata yang setepat-tepatnya dalam menyatakan suatu maksud kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus merupakan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata dalam hal ini maka tepatlah yang diperlukan.
Makna Denotatif
Makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesual dengan apa adanya. Makna denotatif disebut makna konseptual. Makna denotatif adalah makna yang umum.
Makna Konotatif
Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Makna konotatif adalah makna yang dikaitkan dengan suatu kondisi dan situasi tertentu.

Makna Umum & Khusus
Kata yang acuannya lebih luas disebut kata umum, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata khusus.

Kata Konkret & Abstrak
Kata yang acuannya semakin mudah dicerap pancaindra disebut kata kdnkret. Jika acuan sebuah kata tidak mudah dicerap pancaindra, kata itu disebut kata abstrak.
Pembentukan Kata

Ada dua cara pembentukan kata, yaitu dari dalam dan dari luar bahasa Indonesia. Dari dalam bahasa Indonesia terbentuk kosakata baru dengan dasar kata yang sudah ada, sedangkan dari luar terbentuk kata baru melalui unsur serapan. Kata-kata pungut yang sudah djsesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia disebut bentuk serapan.



Minggu, 10 November 2013

KARYA ILMIAH PERANAN PENTING MASYARAKAT DALAM PENANGULANGAN SAMPAH

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa,penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan karya ilmiahmeskipun tersusun sangat sederhana.
Sebuah karya ilmiah dibuat berdasarkan dari rentetan penelitian yang pernah dilakukan. Karena karya ilmiah harus memiliki dasar yang kuat sehingga bisa menjadi patokan seseorang dalam melakukan membuat / menciptakan sesuatu yang berhubungan dengan karya ilmiah itu sendiri. Contoh karya ilmiah tentang sampah dibawah ini bisa menjadi gambaran bagi kita tentang bagaimana bentuk karya ilmiah sampah yang pernah ada.
semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.Mamuju

PENDAHULUAN

      I.        LATAR BELAKANG

Sampah adalah salah satu masalah besar yang banyak di perbincangkan oleh masyarakat kita. Baik masyarakat awam maupun para pakar lingkungan. 

Fakta menunjukkan bahwa jumlah sampah di Indonesia mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh, salah satunya, jumlah populasi penduduk kita yang selalu bertambah setiap tahunnya. Dan juga kebutuhan penduduk yang semakin meningkat seperti penggunaan bungkusan produk plastik atau kaleng, sehingga populasi sampah semakin berkembang.

Fakta ini menyebabkan keadaan alam dan lingkungan menjadi tidak seimbang. Dari itu harus adanya suatu pergerakan untuk memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Harapannya adalah untuk mengurangi tingkat populasi sampah yang ada di tengah masyarakat kita.

    II.        TUJUAN PENULISAN  
Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut
1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan kesehatan masyarakat yang sesuai dengan fungsi ilmu kesehatan
2. Tujuan Khusus Agar masyarakat lebih memahami dan mengetahui seberapa penting kesehatan bagi kehidupan kita baik secara jasmani maupun rohani

   III.         MANFAAT PENULISAN
Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1.    Untuk menyelesaikan tugas pada pelajaran bahasa Indonesia
2. Sebagai bahan dalam memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat dalam meningkatan kesehatan pada masing-masing anggota keluarga meraka
3.   Untuk mengetahui apakah kesehatan masyarakat telah terpenuhi dengan baik atau sebaliknya

  IV.        PENELITIAN

Selama satu bulan, saya telah mencoba melakukan penelitian sebagai berikut:

a)    Memisahkan sampah keluarga ke dalam golongan: sampah basah dan sampah kering
b)   Sampah kering yang berupa kertas, plastik, kayu, dll kami kumpulkan kemudian kamu jual kepada pemulung
c)  Sampah basah yang biasanya berupa sisa makan dan sayuran kami kumpulkan setiap harinya dan kami tampung ke dalam sebuah wadah khusus
d)  Untuk sampah basah, kami hancurkan dengan menggunakan mesin pencacah rumput dan kemudian kita diamkan selam 1x24 jam
e)    Selama masa pemeraman, kami menambahkan beberapa vitamin untuk hewan, diantaranya: kalsium, vit A, vit D, dll
f)     Setelah 1x24 jam, sampah basah tersebut kita jemur / oven hingga benar - benar kering
g)    Kemudian, proses selanjutnya, kita masukkan ke dalam mesin pallet sehingga tercetak dalam bentuk pallet makanan ternak
h)   Pallet pakan ternak peliharaan tersebut bisa tahan sampai 2 bulan bila disimpan di tenpat yang kering

   V.        KESIMPULAN

Dari beberapa aktivitas penelitian yang telah kita lakukan akhirnya bisa diambil kesimpulan sebagai berikut:

a)  Pallet pakan ternak peliharaan kualitasnya tidak kalah dengan pallet buatan pabrik pakan terkenal
b)   Dengan melakukan proses pembuatan pallet pakan ternak secara benar dan pengeringan yang tepat, maka pallet pakan ternak bisa bertahan hingga lebih dari 2 bulan
c)  Pemisahan sampah keluarga harus dilakukan dengan cermat sehingga sampah basah sebagai bahan pallet pakan ternak peliharaan tidak tercampur dengan sampah kering
d)   Pengolahan sampah keluarga yang tepat bisa membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan sebagai aktivitas keluarga setiap harinya

  VI.        PENUTUP

Dengan adanya penelitian ini, saya berharap apa yang telah saya lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak diantaranya adalah dengan semakin terbukanya cara pandang masyarakat terhadap sampah, terutama sampah keluarga sehingga bisa meringankan beban bumi yang kita tinggali ini. 



Rabu, 06 November 2013

Artikal Tentang Peran Penting Pendidikan Jasmani

Menurut Wright (2004: 149), ada tiga hal penting yang didapat dari pendidikan jasmani, yaitu:
(1) obligation to truth
(2) moral value
(3) the desire of happiness

Dalam pendidikan jasmani, obligation of truth memiliki makna kebenaran yang pasti. Artinya segala sesuatu yang didapat dari pendidikan jasmani sifatnya nyata/benar-benar/pasti. Sebagai contoh, anak yang berlatih renang akan mendapati paru dan jantungnya bekerja lebih baik dan dapat dibuktikan secara nyata melalui heart rate test. Contoh lainnya yaitu ketika anak selesai beraktivitas jasmani maka akan didapati jantungnya yang memompa darah lebih banyak daripada sebelum beraktivitas jasmani, dan ini dapat dibuktikan melalui denyut nadinya

Moral value juga merupakan bagian kedua yang dihasilkan pendidikan jasmani. Masih menurut Wright (mengutip Aspin: 1975, Meakin: 1994, et al.) karena dalam pendidikan jasmani banyak aktivitas yang dibangun melalui peraturan dan sentuhan sosial, maka moral value merupakan cara yang logis dalam bagian pendidikan jasmani. Secara umum nilai ini juga selaras dengan prinsip etika fairness atau fair play. Sehingga nilai-nilai moral berperan sebagai pembenar peraturan yang ada. Tanpa ada nilai moral maka peraturan yang canggih sekalipun akan tetap dilanggar

Pendidikan jasmani juga menghasilkan desire of happiness atau harapan-harapan terhadap kebahagiaan. Menurut Kretchmar (dalam Wright, 2004: 156) menggambarkan tentang harapan kebahagiaan dalam pendidikan jasmani sebagai bentuk pengalaman yang memuaskan, menyenangkan, santai, dan menyelaraskan. Keadaan ini didapat melalui aktivitas non prestasi atau aktivitas jasmani yang rekreatif seperti berenang, ski, game, dan banyak bentuk aktivitas lainnya

Untuk mendapatkan perkembangan teori terbaru, mengaplikasikan nilai-nilai moral, mendapatkan tujuan, maka peran guru sangat vital. Di sini dituntut guru pendidikan jasmani yang professional, memahami permasalahan pendidikan jasmani, mengerti konsep keahlian motorik, menguasai metode-metode pembelajaran, dapat membuat perencanaan dan mempersiapkan pengajaran 

Berbagai pendapat tentang pendidikan jasmani muncul dari para ahli. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1.  Menurut Bucher Pendidikan jasmani adalah bagian yang integral dari seluruh proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan fisik, mental, emosi, dan sosial melalui aktivitas jasmani yang telah dipilih untuk mencapai hasilnya.
2.    Menurut Agus Mahendra Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan tentang dan melalui aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga yang dipilih untuk mencapai tujuan pendidikan.
3.    Menurut Singer Pendidikan jasmani merupakan pendidikan melalui jasmani berbentuk suatu program aktivitas jasmani yang medianya gerak tubuh (melibatkan otot-otot besar) yang dirancang untuk menghasilkan beragam pengalaman dan tujuan, antara lain belajar sosial, intelektual, keindahan, dan kesehatan.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu secara organik, neuromuskular, perseptual, kognitif, sosial, dan emosional dalam kerangka sistem pendidikan nasional.

sumber 

Teori Konflik Organisasi

PENGERTIAN KONFLIK

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu konflik intrapersonal, konflik interpersonal, konflik antar individu dan kelompok, konflik antar kelompok dan konflik antar organisasi.

1.    Konflik Intrapersonal 
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus. Sebagaimana diketahui bahwa dalam diri seseorang itu biasanya terdapat hal-hal sebagai berikut:
*      Sejumlah kebutuhan-kebutuhan dan peranan-peranan yang bersaing
*      Beraneka macam cara yang berbeda yang mendorong peranan-peranan dan kebutuhan-kebutuhan itu terlahirkan.
*      Banyaknya bentuk halangan-halangan yang bisa terjadi di antara dorongan dan tujuan
*      Terdapatnya baik aspek yang positif maupun negatif yang menghalangi tujuantujuan yang diinginkan.
Ada tiga macam bentuk konflik intrapersonal yaitu :
·         Konflik pendekatan-pendekatan (Approach-approach Conflict), contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama menarik.
·         Konflik pendekatan – penghindaran (Approach-avoidance Conflict),  contohnya orang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sama menyulitkan.
·          Konflik penghindaran-penghindaran (Avoidance-avoidance Conflict), contohnya orang yang dihadapkan pada satu hal yang mempunyai nilai positif dan negatif sekaligus.

2.    Konflik Interpersonal.
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut. 

3.    Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.

4.    Konflik interorganisasi
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dalam setiap kasus, hubungan integrup harus dimanage sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua konsekuensidisfungsional dari setiap konflik yang mungkin timbul.


CONTOH KONFLIK DALAM ORGANISASI

1.     Konflik Intrapersonal
a)    Approach-approach Conflict
Di waktu yang sama, seseorang harus membuat pilihan menerima promosi jabatan yang sudah lama didambakan atau pindah tempat tugas ke tempat lain dengan iming-iming gaji yang besar.
b)    Avoidance-avoidance Conflict
Laboratorium Sistem Informasi disediakan opsi untuk pindah ke gedung yang angker atau tetap di gedung yang lama dan sumpek.
c)    Approach-avoidance Conflict
Orang itu akan memperoleh gaji yang sangat besar, tapi harus pindah ke tempat terpencil yang sangat tidak disukai.

2.    Konflik Interpersonal
Tawuran antar pelajar, bila dilihat sekilas terlihat sebagai konflik antar kelompok, namun bila ditelisik lebih dalam, kebanyakan dari kasus ini bermula dari masalah antara individu yang melibatkan kelompok. Motifnya beragam mulai dari diperolok oleh teman dari sekolah lain hingga masalah percintaan.

3.    Konflik antara Individu dengan Kelompok
Pada tahun 2011 terjadi konflik di tubuh partai demokrat, dimana Nazaruddin menjadi tersangka setelah kasus korupsi yang dilakukannya bersama dengan oknum lainnya. Hal ini menjadi konflik internal di dalam partai demokrat. Terlihat bahwa pada awalnya para anggota dari partai ini sangat mendukung, mensupport, dan membela Nazaruddin saat kasus ini belum terkuak ke depan publik dan belum ada ketetapan sah dari hukum yang menjadikannya tersangka. Namun pada saat Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka dan kemudian membeberkan beberapa fakta yang menjadi aib bagi demokrat para rekan yang dulu membelanya berbalik menghina, mencaci, dan memusuhinya.

4.    Konflik Interorganisasi
Pada pertengahan 2009 lalu, isu ketegangan antara negara Indonesia dengan Malaysia terjadi dikarenakan tari pendet yang asli dari pulau dewata bali dijadikan salah satu ikon Malaysia dalam iklan resmi pariwisata nasional Bangsa tersebut. Lagi-lagi Malaysia memancing kemarahan warga Indonesia yang pada waktu itu beberapa seniman di bali hingga salah satu pelestari tari pendet menyatakan menolak klaim Malaysia tersebut.
Ketegangan sejak akhir 2006 hingga awal 2010, terkait dengan seni dan budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Menurut catatan penulis ada beberapa bahkan terkait dengan kesejarahan nasional Indonesia. Naskah Kuno dari Riau, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara yang diklaim bahkan sudah berada di museum-museum Malaysia.
Lalu beberapa lagu daerah asli dari Indonesia seperti Lagu Rasa Sayang-sayange dari Maluku, Lagu Soleram dari Riau, Lagu Injit-injit Semut, Lagu Kakak Tua dari Maluku, Lagu anak kambing saya dari Nusa Tenggara Barat yang diklaim menjadi Lagu Daerah dari Malaysia. Dan masih banyak jenis seni dan budaya yang diklaim oleh Malaysia.


PENYELESAIAN KONFLIK

a.    Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

b.    Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

c.    Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

d.    Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

e.    Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama. Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

MOTIVASI
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya

TEORI MOTIVASI

Motivasi merupakan satu penggerak dari dalam hati seseorang untuk melakukan atau mencapai sesuatu tujuan. Motivasi juga bisa dikatakan sebagai rencana atau keinginan untuk menuju kesuksesan dan menghindari kegagalan hidup. Dengan kata lain motivasi adalah sebuah proses untuk tercapainya suatu tujuan. Seseorang yang mempunyai motivasi berarti ia telah mempunyai kekuatan untuk memperoleh kesuksesan dalam kehidupan.
Motivasi dapat berupa motivasi intrinsic dan ekstrinsic. Motivasi yang bersifat intinsik adalah manakala sifat pekerjaan itu sendiri yang membuat seorang termotivasi, orang tersebut mendapat kepuasan dengan melakukan pekerjaan tersebut bukan karena rangsangan lain seperti status ataupun uang atau bisa juga dikatakan seorang melakukan hobbynya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah manakala elemen elemen diluar pekerjaan yang melekat di pekerjaan tersebut menjadi faktor utama yang membuat seorang termotivasi seperti status ataupun kompensasi. Banyak teori motivasi yang dikemukakan oleh para ahli yang dimaksudkan untuk memberikan uraian yang menuju pada apa sebenarnya manusia dan manusia akan dapat menjadi seperti apa. Landy dan Becker membuat pengelompokan pendekatan teori motivasi ini menjadi 5 kategori yaitu teori kebutuhan,teori penguatan,teori keadilan,teori harapan,teori penetapan sasaran.TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)
Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

SUMBER 

Minggu, 20 Oktober 2013

Mahawu




Gunung merapi yang masih aktif ini mempunyai pemandangan yang sangat luar biasa indah, gunung mahawu ini berlokasi di kota tomohon untuk mencapainya kita harus melewati beberapa perbukitan yang tak luar biasa indahnya .


Di sepanjang jalan yang berkelok-kelok kita dapat menikmati pemandangan indah dengan hamparan sawah di setiap sudut perbukitan yang menyejukan mata .
Sesampainya di kaki gunung mahawu pun tidak dipungut biaya seperty di tempat wisata lain nya hanya biaya suka rela dari para pengunjung untuk kebersihan gunung mahawu tersebut di karenakan tempat nya yang masih alami dan masih minim pembangunan .


Untuk mencapai kawah gunung mahawu kita harus berjalan kaki dengan menaiki kurang lebih 700 anak tangga , dan di sepanjang perjalanan pun memiliki beberapa tempat beristirahat yang di sediakan gazebo2 peristirahat, dalam perjalanan parapendaki gunung mahawu akan di majakan dengan pemandangan hutan belantara di setiap sisi kiri dan kanan jalan .


Sesampainya di ataspun saat saat yang di tunggu dan semua usaha untuk mencapai gunung mahawu tersebutpun terbayarkan, dengan lubang kawah yang sanggat besar embun mengelilingi kawah dan angin yang berhembusan serta burung burung yang berterbangan di atas kawah tersebut menambah keindahan yang amat luar biasa dasyatnya salah satu ciptaan tuhan yang biasa di sebut ‘surga dunia’ dan takan ada yang tak akan mengabadikan nya dengan beberapa foto untuk di jadikan cidera mata, dari puncak gunung mahawu tersebutpun kita dapat melihat puncak gunung lokon yang tak kalah indahnya .

Dan sore hari kita dapat menikmati sunrice dengan suhu 5derajat celcius dingin yang menusukpun tak akan mengahalngi untuk menikmati keindahan gunung mahawu .